Quick Screen Capture - Powerful screen capture and image editing software!

Jumat, 23 Januari 2009

TERBUKA SUDAH "KEDOK" OBAMA

Setelah dilantik sebagai presiden Amerika, besoka harinya dalam pidato politiknya di kementrian luar negeri AS dia mengatakan bahwa Amerika akan senantiasa melindungi Israel. Dia hanya menyampaikan "sedikit" keprihatinan atas tragedi Gaza yang menelan ribuan orang, anak-anak, kaum wanita tidak berdosa. Nah, sudah jelas kan siapa sebenarnya Obama. Kita sudah terlalu banyak berharap kepada Obama. Harapan yang semu!. Sementara bagi Yahudi Amerika, kemenangan Barack Obama menjadi lambang kemenangan mereka.

Para Yahudi AS itu mengatakan, perjalanan hidup seorang Obama yang berasal dari keturunan imigran kulit hitam hingga berhasil mencapai kursi kepresidenan AS, mirip dengan perjuangan kaum Yahudi yang datang ke AS sebagai imigran yang mencari kehidupan yang lebih baik setelah mereka selalu menjadi kaum terusir di berbagai penjuru dunia.

Salah seorang tokoh Yahudi AS yang beranggapan seperti itu antara lain David Axelrod penasehat senior Gedung Putih dan kepala strategi kampanye Obama, yang selalu berusaha menutup-tutupi latar belakang ke-Yahudi-annya. Dalam sebuah pesta untuk Obama yang didanai sejumlah organisasi Yahudi di AS, Axelrod mengatakan, prestasi Obama merupakan satu lagi langkah maju kaum Yahudi dalam perjalanan Amerika Raya, yang sebelumnya telah dilakukan ayah dan kakek neneknya ketika mengungsi dari Bessarabia ke AS.

Mereka datang ke AS bukan cuma untuk mencari tempat yang aman, tapi mereka juga mencari tempat yang menjanjikan dan memberikan kesempatan. Mereka "berkedok" sebagai bangsa Amerika, tapi sebenarnya mereka adalah Zionis tulen. Mereka teleha menyiapkan kader-kadernya di AS seperti Rahm Emanuel yang ditunjuk Obama sebagai kepala staff Gedung Putih.

Tokoh Yahudi lainnya yang memiliki pandangan sama dengan Axelrod dah ikut hadir dalam acara perayaan untuk Obama adalah aktor Bryan Greenberg. Ia mengaku hadir dalam perayaan itu untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pemerintahan baru AS ini membina hubungan dengan komunitas Yahudi dan menanggapi isu-isu ke-Yahudi-an. Buat Greenberg, kepentingan Israel harus tetap nomor satu.

Greenberg menceritakan bagaimana nenek moyangnya berhasil lolos dari Jerman pada masa holocaust dan pengalaman perjalanannya ke Israel. Dari pengalamannya itu, Greenberg merasa betapa pentingnya bagi Yahudi memiliki satu tempat, setelah terusir dari satu tempat ke tempat lain selama ribuan tahun.

Rekan Greenberg, Debra Winger, salah satu pendukung Obama dan pendukung Yahudi mengatakan bahwa doa mereka telah dikabulkan dengan terpilihnya Obama. Bahkan Abner Mikvner, juru bicara kaum Yahudi Zionis, mantan anggota Kongres, mantan hakim federal yang juga mentor Obama berkomentar,"Obama adalah presiden Yahudi pertama".

Tak heran, jika Barack Obama menunjukkan dukungan butanya pada Israel seperti juga presiden-presiden AS sebelumnya. Dan sama sekali tidak mengeluarkan pernyataan apapun melihat tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza. Melihat fakta yang terang benderang ini, bisakah Obama diandalkan menjadi pemimpin AS yang membawa perubahan bagi perdamaian dunia, terutama dunia Islam?

BUKAN SEKADAR "BERITA TERAKHIR"

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP