OMONG KOSONG ISRAEL
Gerakan Perlawanan Islam Hamas menganggap pengumuman penjajah Israel menghentikan serangan di sebagian wilayah Jalur Gaza hanya selama 3 jam, adalah langkah bodoh. Tujuannya adalah untuk menutupi kejahatan biadab yang dilakukan dan masih terus dilakukan terhadap warga sipil.
Anggota Biro Politik Hamas, Muhammad Nazal, dalam pernyataan pers, Rabu (07/01), mengatakan, “Ini adalah langkah bodoh. Karena tiga jam tidak cukup untuk gerak manusia bila tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada warga di Gaza membeli kebutuhan mereka. Meski kondisi di Jalur Gaza dalam suasana yang sangat tragis.”
Dia menambahkan, “Yang jelas tigas jam ini tidak lain untuk menutupi kejahatan penjajah. Ketika mereka melakukan gempuran terhadap gedung Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina “UNRWA”, yang menjadi tempat bernaung warga sipil karena mereka tidak mendapatkan tempat lain yang aman di rumah-rumah mereka. Mereka pergi bernaung di sekolah-sekolah UNRWA, namun ternyata pasukan Israel menggempurnya. Kami melihat jumlah korban meninggal dan terluka mencapai ratusan. Di sana lebih dari seratus syahid (gugur) dalam sehari.”
Nazal menegaskan, “Sama sekali tidak ada keselarasan antara kebiadban dan kejahatan ini dengan upaya pasukan Zionis Israel menunjukan dirinya seakan-akan memberikan kesempatan 3 jam kepada orang-orang Palestina. Bila penjajah ingin memberikan gencatan kemanusiaan maka harus dilakukan selama beberapa hari, bukan hanya 3 jam.”
Petinggi Hamas ini menilai langkah Israel ini hanyalah untuk menarik perhatian internasional, regional, Arab dan rakyat Palestina setelah menggempur sekolah-sekolah yang menjadi tempat aman bagi para pengungsi dan kejahatan yang dilakukan terhadap anak-anak dan kaum wanita.
Sumber:Pusat Informasi Palestine
.jpg)



.jpg)
