Quick Screen Capture - Powerful screen capture and image editing software!

Rabu, 27 Agustus 2008

PERNYATAAN INTERVENTIF OBAMA TENTANG IRAN TIDAK ETIS

Wakil Presiden Iran Ali Akbari, yang berkunjung ke Indonesia, mengatakan pernyataan calon Presiden AS Barack Obama untuk menekan Teheran hanya perang urat syaraf. "Pernyataan Obama itu hanya perang urat syaraf dengan tujuan menakut-nakuti Iran, tapi Iran tidak akan khawatir sedikit pun dan tidak terpengaruh," kata Akbari ketika menjawab pertanyaan ANTARA saat jumpa pers di Kedutaanbesar Iran di Jakarta pada Rabu.

Pada Senin, Obama menyeru peningkatan tekanan diplomatik terhadap Iran sebelum Israel "merasa terpojok". Menurut Akbari, negara Barat, khususnya Amerika Serikat, tidak menginginkan kemajuan Iran, terutama di bidang teknologi. "Mereka berupaya menekan Iran agar negara kami tetap mengalami kemuduran, tapi kami tidak bisa didikte oleh pihak mana pun dan tetap pada pendirian untuk mengejar kemajuan di berbagai bidang," kata Akbari, yang juga ketua Organisasi Pemuda Iran.

Akbari, yang pada jumpa pers itu didampingi Dutabesar Iran untuk Indonesia Behrooz Kamalvandi, mengemukakan, kemajuan itu ditandai dengan pemilikan Iran atas teknologi nuklir sipil sebagai sumber energi. "Negara Barat berupaya menghentikan pengembangan nuklir Iran dengan segala cara. Tujuannya, agar Iran tidak bisa menyaingi kemajuan mereka," katanya.

Saat ditanya tentang skenario Iran bila Israel atau Amerika Serikat benar-benar menyerang sarana nuklir Iran, Akbari menyatakan tidak yakin Israel akan menyerang negara kaya minyak itu. "Saya tidak yakin Israel atau Amerika Serikat menyerang Iran, karena mereka mengetahui bahwa Iran memeiliki kemampuan untuk menghadapinya," katanya dan kembali menegaskan, "Ancaman serangan Israel terhadap Iran itu hanya perang urat syaraf dan propaganda semata." Akbari juga mengimbau presiden Amerika Serikat mendatang mengubah kebijakan luar negeri untuk stabilitas internasional.

"Saya berharap presiden Amerika Serikat mendatang, siapa pun dia, dapat mengubah tingkah laku kebijakan luar negeri agar memulihkan stabilitas internasional," katanya. Ia menolak menanggapi perebutan jabatan presiden Amerika Serikat antara Obama dari partai Demokrat dan John McCain dari Republik. "Saya tidak pada kedudukan menanggapi calon presiden Amerika Serikat. Biarkan rakyat negara itu memilih presiden mereka," katanya ketika ditanya tentang sikap Iran jika Obama terpilih sebagai presiden.

Source

BUKAN SEKADAR "BERITA TERAKHIR"

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP